Monday, July 27, 2009

Surat Perpisahan

Untuk Kak Cumi Febrina

di Tangerang

Ass. Wr. Wb

 Halo ka cum? bagaimana kabarmu? aku harap kau baik baik saja, aku disini juga baik. Tapi jauh lebih baik ketika kita masih satu sekolah. Bagaimana kehidupan perkuliahanmu? Semoga berjalan lancar ya, doakan aku, setahun lagi aku juga akan masuk ke perguruan tinggi. Apakah kau mendapat teman baru disana? Semoga teman tersebut dapat menemani dan mengertimu ya.

 Aku ingin mengingat kembali, akan kenangan dulu waktu kita masih pertama kali mengenal sebagai seorang teman. Kita pertama kali bertemu pada saat aku mengikuti latihan basket untuk pertama kali. Awalnya aku memanggilmu dengan sebutan ica, namun lama-lama aku tak tahan. Nampaknya cumi nama yang lebih bagus dibanding dengan ica. Kita mulai dekat semenjak Bulungan Cup. Ada teman ka cumi yang menanyakan nomor hp ku. Tak disangka-sangka, ternyata kami berdua cocok. Meskipun kami sering bertengkar, tapi kami memiliki beberapa kesamaan dalam beberapa hal, dan kami saling berusaha untuk mengerti satu sama lain.

 Aku sering bercerita dengannya, tanpa sadar hubungan kami sudah seperti kakak dan adik. Keberadaan kak cumi bisa menggantikan posisi Mas Iyo yang tinggal di Bandung. Setiap aku mengalami kesulitan, dia tidak segan untuk menolongku. Dia siap membantuku kapan pun aku butuh bantuannya. Dia siap mendengarkan segala jenis ceritaku kapan pun aku ingin bercerita. Dan dia mengajarkanku untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dia selalu membangunkanku pagi hari untuk melaksanakan solat subuh, karena jika tidak aku bisa melaksanakan solat subuh pukul 09.00.

 Walaupun aku nakal dan brutal, dia tidak pernah berusaha menjauhiku. Dia tetap berada di dekatku, dan mendukung semua yang aku lakukan. Dia tidak pernah memaksaku untuk berubah menjadi Amalia yang lebih dari ini, dia menerimaku apa adanya. Dia juga merupakan teman dekatku di basket. Setiap latihan, kami selalu berpasangan. Namun pelatih kami suka memarahi kami, dikarenakan kami selalu bercanda. Hari-hari latihan terasa lebih ringan karena melihat dia juga ngos-ngosan efek dari usianya yang bangkotan.

 Aku sering membuatnya menangis, karena kenakalanku. Dia tidak pernah lelah untuk membantuku menjadi pribadi yang lebih baik. Dia tidak pernah mengeluh setiap kenakalan yang kubuat. Ibuku sudah mengenalnya, ia pernah menemaniku ketika aku sedang sendirian dirumah.

 Awal masuk SMA aku terpisah dengan teman baikku dari sekolah dasar, namun Allah memberikanku teman terbaik dan kakak yang hebat, dan dialah Annisa Febrina. Masa-masa yang tadinya akan sulit aku lewati, terasa sangat ringan dan mudah berkatnya. Teman baikku di SMA salah satunya adalah kak cumi. Walaupun dari luar kita nampak tidak dekat, namun kita sebenarnya saling mengerti satu sama lain. Jika aku tak bertemu dengannya, mungkin aku tidak akan pernah menemukan teman baik di SMA. 

 Aku berharap, dia dapat melaksanakan kuliahnya dengan baik. Lalu dia dapat melanjutkan sarjana nya dan menjadi seorang Diplomat, seperti yang dia cita-citakan. Apapun yang kau lakukan, pasti akan selalu aku dukung. Aku mendoakanmu dari Jakarta.

 Semoga, surat ini tidak kau lupakan ya? Aku berharap semoga persahabatan kita tidak hanya sampai disini saja. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya. 

Wass. Wr. Wb

                                                                                                                   Temanmu yang kecil

                                                                                                                          Amalia Beta

1 comment:

  1. say thanks to mr __ __ __, karena dy kita begini. haha.

    terimakasih suratnya ya adik keciLku.

    ReplyDelete